BERBAGAI TEKNIK DALAM HIPNOTERAPI (2) ?>

BERBAGAI TEKNIK DALAM HIPNOTERAPI (2)

Setelah Hypnotic Regression yang sudah pernah ditulis dalam web ini, teknik selanjutnya adalah :

3).  SYSTEMATIC DESENSITIZATION

Teknik systematic desensitization bertujuan mengurangi sensitivitas klien terhadap masalahnya / phobianya, sebagai contoh klien takut dengan kecoa. Klien diminta untuk mengimajinasikan kecoa yang berada 10 meter dari tempat dia berada, kemudian jarak antara kecoa dan klien diperpendek. Sampai klien merasa nyaman dengan jarak ini, jaraknya semakin diperpendek. Sampai akhirnya klien disuruh melihat kecoa yang sesungguhnya dari jarak dua meter dan selanjutnya sampai jarak semakin didekatkan… persis seperti dalam imajinasi.

4). IMPLOSIVE DESENSITIZATION

Teknik Implosive desensitization dipakai jika klien mengalami ABREAKSI. Setelah diberi kesempatan mengalami kondisi itu selama sekitar 30-60 detik, klien dibawa ke tempat kedamaian untuk menenangkan dirinya. Setelah tenang, klien dapat dibawa lagi ke tempat traumatik itu. Kemungkinan klien bisa mengalami abreaksi lagi… namun dengan tingkatan intensitas yang berkurang. Kemudian setelah sekitar 30-60 detik, klien dapat dibawa ke tempat kedamaian…. lalu dibawa lagi ke peristiwa traumatik… dan seterusnya.

Tujuannya adalah menurunkan tingkat intensitas emosi secara bertahap.

5) DESENSITIZATION BY OBJECT PROJECTION

Teknik Desensitization by object projection dilakukan dengan meminta klien membayangkan empsi, rasa jengkel, rasa sakit atau masalahnya keluar dari tubuhnya dengan mengambil suatu bentuk yang mewakili masalahnya tersebut.

Bentuk yang dipergunakan mewakili masalahnya sepenuhnya ditentukan oleh klien, misalnya berupa asap hitam, kotak atau apapun. Seandainya klien membayangkan asap hitam, terapis dapat memintanya untuk mengimajinasikan asap itu semakin lama semakin habis, atau jika klien membayangkan bentuk kotak, maka klien diminta membayangkan kotak tersebut bentuknya semakin lama semakin kecil (artinya, masalah klien semakin lama semakin hilang atau mengecil).

Selain dengan mengilangkan pelan-pelan atau mengceilkan, teknik untuk me-release ini juga bisa berupa tindakan membakar, membuang, menghanyutkan, mengubur atau membuang jauh-jauh masalahnya. Untuk hal ini terapis perlu menanyakan apa yang ingin dilakukan klien terhadap proyeksi masalahnya tersebut. Penggunaan teknik ini perlu disesuaikan dengan kondisi klien, bagi klien yang tipe visual maka bentuk imajinasi benda sangat bagus, sedangkan klien dengan tipe kinestetik maka proyeksi sebuah perasaan lebih efektif, dan untuk klien dengan tipe auditory maka bentuk suara lebih manjur.

Selamat praktikkan.

 

Referensi : Adi W. Gunawan

1,069 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini