HYPNOPARENTING AGAR ANAK RAJIN BELAJAR (Tulisan ke-1 dari 3 tulisan) ?>

HYPNOPARENTING AGAR ANAK RAJIN BELAJAR (Tulisan ke-1 dari 3 tulisan)

Oleh: Khoirun Nisak, Mutia C.P.S., Azeis Rianang, Dwi Safitri, Endah Kencana, Nanfia Bella K*)

       Kata Hypnoparenting terdiri dari 2 kata dasar yaitu hypnosis dan parenting. Sebelum mengetahui hypnoparenting, kita hendaknya mengetahui bahwa di dunia ini terdapat dua aliran besar hypnosis. Menurut Ariesandi Setyono dari Indonesia Hypnosis Center, Surabaya dan penulis buku Hypnoparenting Menjadi Orangtua Efektif dengan Hipnosis (2007), dua aliran itu yaitu aliran Timur dan Barat. Pada aliran Timur banyak dijumpai hal-hal yang bersifat mistis atau magis, sedangkan pada aliran Barat dipengaruhi oleh teori-teori mengenai pikiran dan struktur bahasa.

Dalam hypnoparenting tidak menganut ajaran hipnosis yang berat sampai objek tidak sadarkan diri. Proses hipnosis adalah semua proses pemasukan informasi ke dalam pikiran. Sedangkan parenting merupakan segala sesuatu yang berurusan dengan tugas-tugas orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak. Jadi hypnoparemnting merupakan metode peningkatan kualitas perilaku dan cara pandang anak dengan cara pemrograman kea lam bawah sadar anak dengan metode hypnosis.

Hypnoparenting sangat sistematis dan sederhana. Penerapannya itu sangat mudah jika orang tua tahu teknik yang benar dan tepat. Selain itu juga sangat efektif asalkan orangtua menyediakan lingkungan kondusif bagi tumbuhnya program yang disugestikan. Ukuran keberhasilan dari hypnoparenting bisa langsung terlihat dalam pola perilaku yang berubah sesuai dengan yang disugestikan.

Hypnoparenting memiliki prinsip bahwa semua yang dikatakan dan dilakukan orangtua pada hakikatnya adalah suatu proses hipnosis karena akan terpola pada pikiran bawah sadar anak. Sebenarnya tidak ada sesuatu yang benar-benar baru di sini karena tanpa disadari orangtua telah melakukan proses hipnosis pada anak sejak lama. Hanya saja apakah hipnosis yang orang tua masukkan ke dalam pikiran bawah sadarnya positif atau negatif, inilah yang perlu diluruskan. Contoh hipnosis negatif yaitu orangtua menakut-nakuti anak dengan hantu gentayangan di tempat gelap yang pada akhirnya membuat anak menjadi penakut.

Hypnoparenting dapat dijadikan solusi atau metode orang tua dalam mendidik anak dan menciptakan pendidikan karakter terhadap kehidupan anak sehingga mewujudkan sikap anak yang rajin belajar, mempunyai kepribadian baik, mewujudkan sikap anak yang terdidik dengan baik sehingga terwujudkan nilai karakter dan moral anak sesuai kepribadian.

Solusi yang tepat bagi para orang tua dan anak yang selalu cenderung termotivasi untuk tidak belajar hanyalah dengan memberikan kesempatan atau menyediakan waktu untuk belajar. Orang tua juga harus mendukung bagaimanapun caranya anak itu belajar, dan mencari tahu alas an anak menghindar dari tanggung jawabnya sebagai seorang siswa atau siswi di sekolah (Lucy, B., 2012).

Hal penting yang perlu diperhatikan dalam Hypnoparenting:

  1. Apabila teknologi games yang sudah tersedia dapat menjadi cobaan berat untuk anak-anak, ada baiknya orang tua dapat mengawasi dan tidak terlalu memanjakan anak dengan berbagai macam teknologi yang semakin membunuh minat belajar anak-anak(Lucy, B., 2012).
  1. Who am I as a parent

Mengenali diri sendiri selaku orang tua. Ada berbagai type orang tua, yaitu:

  • Perfeksionis : menetapkan standar yang tinggi, banyak mengkritik.
  • Easy going : serba boleh, tidak mau ambil pusing.
  • Ambivalent: tidak konsisten, moody
  • Overprotective: terlalu cemas, melindungi
  • Mature: stabil, komunikatif, adaptif.
  1. Knowing abaout your children:
  • Mengetahui potensi dan kemampuan anak
  • Mengetahui minat, kesukaan, kebiasaan, harapan, cita-cita, keinginan, tujuan hidup tanpa harus membedakan (comparing) dan memberi stempel (labeling)
  1. Manage your mind, body, and soul in a balance
  • Beri kesempatan diri untuk rileks, sehat, dan tetap produktif
  • Cukup aktif, cukup istirahat, cukup dapat mengembangkan minat pribadi maupun minat sosial serta memiliki nilai spiritual
  1. Kenali tumbuh kembang anak, masa transisi dalam perkembangan serta mampu melakukan deteksi dini melalui berbagai media seperti buku, majalah, tabloid, seminar, dll. Karena tidak ada sekolah khusus untuk menjadi orang tua.
  1. Lakukan relaksasi
  • Alamiah sehar-hari: olah raga, musik, tari, shopping, perawatan diri, dan rekreasi bersama
  • Relaksasi terprogram: relaksasi otot napas, pikiran yang dikemas dalam berbagai program
  1. Program positif
  • Bersikap positif dalam menyikapi masalah
  • Optimistik
  • Orientasi pada solusi
  • Pengertian dan toleran
  • Mau belajar dari pengalaman

BERSAMBUNG KE ARTIKEL KE-DUA

Penulis adalah mahasiswa Prodi S-1 Keperawatan – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Sumber Pustaka penulisan ini ada pada penulis.

 

1,095 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini