AKUPUNKTUR UNTUK ANAK ( Tulisan ke-satu) ?>

AKUPUNKTUR UNTUK ANAK ( Tulisan ke-satu)

Oleh: Lutvi Masvidhoh, Marfuah Dwi Mitasari, Masturoh Rohmah, Meary Puspitasari,Nadia Shafira

Masa tumbuh kembang adalah “ masa emas “ yang akan menentukan kualitas kesehatan, intelektual serta membentuk kepribadian seorang anak disaat dewasanya kelak. Di masa inilah bayi / balita mengalami perkembangan fisik dan mental sesuai tingkat umurnya. Kehadiran buah hati yang tumbuh sehat dan ceria sangatlah didamba orangtua. Namun kebahagian, kesehatan serta keceriaan si kecil dapat terancam sebagai akibat :

  • Gerakan-gerakan ekstrim saat beraktifitas maupun akibat posisi yang salah saat menggendong
  • Pasca trauma akibat terjatuh atau stres psikis
  • Penyakit infeksi akut karena sistem imun yang masih lemah
  • Gangguan cuaca / lingkungan yang tidak bersahabat, serta
  • Pola asuh dan pola makan yang salah

Akupunktur menjadi salah satu terapi pilihan. Beragam penyakit bisa teratasi, minimal meringankan keluhan pasien. Kalau begitu, bolehkah balita menjalani akupunktur alias tusuk jarum?

Menurut Prof. Dr dr Koosnadi Saputra Sp.Rad, sah-sah saja balita menjalani akupunktur, namun harus sangat berhati-hati. Bayi minimal berusia setahun. Pertimbangannya, di usia tersebut, tempurung kepala bayi sudah menutup sehingga tak melukai bila terapis menusuk bagian kepalanya. ”Jika belum setahun, tempurung kepala belum menutup. Dalam kondisi tersebut, terapis tak boleh menusuk kulit kepala si kecil,” jelasnya.

Akupunktur membantu penyembuhan balita yang mengalami gangguan fungsi organ. Di antaranya, alergi, gangguan metabolisme, hormonal, serta autisme. ”Gangguan hormonal itu, antara lain, anak yang mengalami obesitas. Atau, keluhan hormonal lain,” lanjutnya.

Untuk terapi balita penderita obesitas akupunktur bisa membantu menurunkan berat badan namun perlu diimbangi pengaturan pola makan serta banyak aktivitas karena berat badan tak berubah bila hanya terapi tunggal akupunktur. Meski diakupunktur berulang-ulang, kalau makannya tak diatur, hasilnya tak optimal.

Akupunktur dapat membantu pasien down syndrome, namun karena down syndrome merupakan kelainan genetika maka akupunktur dapat digunakan untuk membantu mengatasi keluhan bila pasien ada permasalahan di otot, pencernaan ataupun pernafasan. Pasien dengan kelainan genetika sulit disembuhkan. Kecuali, dengan terapi gen.

Khusus untuk balita penderita penyakit yang bisa menimbulkan perdarahan, tidak disarankan terapi akupunktur. Misalnya, pasien yang mengalami gangguan pembekuan darah seperti thalasemia dan hemofilia. Atau, tubuhnya rentan perdarahan.

 Akupunktur sangat efektif untuk pengobatan berbagai kasus pediatrik. Anak-anak biasanya merespon dengan cepat karena mayoritas penyakit yang terjadi adalah penyakit akut dan cenderung lebih dangkal, dan karena mereka biasanya tidak terlalu memiliki masalah emosional yang menyulitkan penyakit mereka.

Anak mudah untuk membentuk Qi keseimbangan dengan akupuntur. Berbagai tindakan terapi yang diterima dengan baik oleh anak-anak dan  pengobatan sederhana dapat diterapkan pada sebagian besar kondisi pediatrik.

a.Listrik Stimulator

Stimulator listrik yang dapat disesuaikan untuk berbagai frekuensi yang lebih besar instrumen dan biasanya mahal. Poin telinga memiliki frekuensi yang berbeda, biasanya 5 Hz untuk poin yang berkorelasi untuk organ-organ perut, 10 Hz untuk telinga poin yang berhubungan dengan ekstremitas dan batang. Titik-titik tubuh dapat diobati dengan 10Hz.

b.Laser

Laser Akupunktur telah digunakan untuk berbagai kondisi masa kanak-kanak di Cina, dan beberapa studi ilmiah telah menunjukkan efektivitas laser dalam mengurangi muntah pasca operasi setelah operasi strabismus dan dalam meminimalkan kelenturan di serebral palsy.

Parameter utama laser adalah output daya laser  dan panjang gelombang cahaya laser (yang diukur dalam nano meter). Mekanisme laser adalah foto biostimulation, kemungkinan besar karena emisi photo ketika electrons kembali ke orbit asli. Ini “memicu” biokimia, elektrokimia, dan perubahan-perubahan struktural di tingkat seluler (terutama dengan peningkatan dalam ATP), yang  dapat meningkatkan fungsi sel berubah dari kondisi sakit menuju sehat. Perhitungan  energi laser sangat diperhatikan.

c.Akupressure

Untuk tonifikasi dapat dilakukan shiatsu atau pijat di arah searah jarum jam yang melingkar YANG dengan tubuh anak diibaratkan sebagai jam. Bagian tubuh anak sebelah kiri adalah pukul 3:00, sisi kanan 9:00 jam. Tekanan harus tegas tapi tidak menyakitkan. Pijat minimal 50 pijatan pada setiap titik.

Keuntungan :

Akupresur akan mudah diterapkan; orang tua bahkan anak-anak dapat belajar sendiri menerapkan akupresur untuk perawatan di rumah. Orang tua dan anak-anak dapat diberdayakan untuk menjaga kesehatan.

Kerugian :

Akupresur ini biasanya tidak sekuat terapi lainnya, perlu waktu.

* Bersambung ke tulisan selanjutnya.

* Penulis adalah mahasiswa Prodi D III Akupunktur Poltekkes Surakarta.

* Referensi tulisan ada pada penulis.

 

1,762 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini